Saturday, February 9, 2019

Pendidikan Orang Dewasa Untuk PAK

ad300
Advertisement

Pendidikan orang Dewasa menjadi salah satu mata kuliah dalam Program Studi Pendidikan Agama Kristen dalam Program Studi Sarjana di Sekolah Tinggi Teologi maupun Universitas Kristen yang menyelenggarakan Program Studi Pendidikan Kristen. Berikut saya posting beberapa catatan saya tentang Pendidikan Orang Dewasa Untuk PAK yang saya sampaikan di beberapa sekolah di Jakarta, Solo dan Kalimantan Barat, juga di Riau.Pendekatan POD yang saya lakukan yakni pendekatan umum dan pendekatan PAK. Jabarannya sebagai berikut.


Pendidikan Orang Dewasa Secara Umum

1. Definisi Orang Dewasa a.Orang dewasa secara biologis adalah orang yang mampu melakukan reproduksi yang dimulai pada masa awal remaja
b.Orang dewasa secara hukum adalah orang yang menurut undang-undang memiliki hak suara dalam pemilihan umum
c.Orang dewasa secara sosial adalah orang yang telah mulai melaksanakan peran-peran orang dewasa seperti kerja, peran suami-istri, perang orangtua, peran warga Negara dengan hak pilih, dll.
d.Orang dewasa secara usia adalah seseorang yang telah berusia 16-18 tahun. e.Orang dewasa secara psikologis adalah seseorang yang dapat mengarahkan diri sendiri, tidak selalu tergantung pada orang lain, mau bertanggungjawab, mandiri, berani mengambil risiko, dan mampu mengambil keputusan.
f.Dewasa secara biologis adalah seseorang yang telah menunjukkan tanda-tanda kelamin sekunder. Tanda kelamin sekunder pada laki-laki: tumbuhnya jakun pada leher, suara berubah menjadi besar, tumbuh bulu-bulu pada tubuh seperti kumis, jenggot, jambang, bulu dada. Tanda kelamin sekunder perempuan: terjadinya menstruasi dan tumbuhnya payudara.

2.Pengertian Pendidikan Orang Dewasa a.Menurut UNESCO

Pendidikan orang dewasa adalah keseluruhan proses pendidikan yang diorganisasikan, apa pun isi, tingkatan, metodenya, baik formal atau non formal, yang melanjutkan maupun menggantikan pendidikan semula di sekolah, akademi dan universitas serta latihan kerja, yang membuat orang dianggap dewasa oleh masyarakat mengembangkan kemampuannya, memperkaya pengetahuannya, meningkatkan kualifikasi tehnis atau profesionalnya, dan mengakibatkan perubahan pada sikap dan perilakunya dalam perspektif rangkap perkembangan pribadi secara utuh dan partisipasi dalam pengembangan social, ekonomi, dan budaya yang seimbang dan bebas. (definisi ini menekankan pada pencapaian perkembangan individu dan peningkatan partisipasi social).

b.Menurut Bryson

Pendidikan orang dewasa adalah semua aktivitas pendidikan yang dilakukan oleh orang dewasa dalam kehidupan sehari-hari yang menggunakan sebagian waktu dan tenaganya untuk mendapatkan tambahan intelektual. (Penekakanan pada devinisi ini adalah pada penggunaan sebagian waktu dan tenaganya bukan seluruh waktu dan tenaga untuk memperoleh peningkatan intelektual. c.Menurut Reeves, Fansler, dan Houle
Pendidikan orang dewasa adalah suatu usaha yang ditujukan untuk mengembangkan diri yang dilakukan oleh individu tanpa paksaan legal, tanpa usaha menjadikan bidang utama kegiatannya. (Definisi ini menekankan pada usaha yang tidak dipaksa, dan tidak menjadikan usaha utamanya).
d.Menurut Pannen

Pendidikan orang dewasa adalah proses yang menumbuhkan keinginan untuk bertanya dan belajar secara berkelanjutan sepanjang hidup. Belajar bagi orang dewasa adalah bagaimana mengarahkan diri sendiri untuk bertanya dan mencari jawabnya

3. Perbedaan POD dan Anak SD – 15 Tahun

Perbedaan Pendidikan Orang Dewasa dan Pendidikan Anak-anak (Usia SD – 15 Tahun) yakni: Pendidikan anak-anak berlangsung dalam bentuk identivikasi dan peniruan, sedangkan Pendidikan orang dewasa berlangsung dalam bentuk pengarahan diri sendiri untuk memecahkan masalah.

4. Pembagian warga pembelajar berdasarkan karakteristik

a. Pembelajaran Orang Dewasa (Andragogi)
Pembelajaran Orang Dewasa dibagi menjadi:
1.Pembelajaran bagi Dewasa Dini/Dewasa Muda (16-18 sampai 40 Thn)
2.Pembelajaran bagi Dewasa Madya/Dewasa Setengah Baya (35-60/40-65 tahun).
3.Pembelajaran bagi Lanjut Usia (55/60)
b.Pembelajaran bagi anak-anak (Pedagogi): kurang dari 16 tahun disebut anak-anak

1.TK
2.SD
3.SMP
4.SMA

5. Kunci sukses mengajar orang dewasa:

1. Aktivitas pembelajaran orang dewasa hendaknya relevan dengan kebutuhan dan kepentingan peserta belajar sehingga dapat memberikan kepuasan
2. Orientasi orang dewasa dalam belajar adalah berpusat pada kehidupannya, sehingga pengaturan pembelajaran hendaknya relevan dengan situasi kehidupannya
3. Pengalaman merupakan sumber belajar terpenting bagi proses pembelajaran orang dewasa. Dengan demikian, metode pembelajarannya adalah analisis pengalaman.
4. Orang dewasa memiliki kebutuhan mendalam untuk menjadi individu yang mampu mengatur dirinya sendiri. Dengan demikian, peranan pengajar lebih sebagai fasilitator mengajak untuk saling menggali pengalaman di antara peserta belajar) dari pada sebagai pentransfer pengetahuan/pengalaman kepada peserta belajar. Selanjutnya hendaknya pengajar mampu memberikan evaluasi terhadap apa yang menjadi kesepakatan peserta belajar.

5. Adanya perbedaan kepribadian diantara masing-masing individu peserta belajar, antara lain dikarenakan perbedaan usia, latar belakang pekerjaan, latar belakang pendidikan, status social, dll. Oleh karena itu, hendaknya pembelajaran orang dewasa dapat menerima keputusan-keputusan yang mengandung perbedaan tersebut.

6. Asumsi-asumsi model pembelajaran orang dewasa

2.1. Kebutuhan untuk mengetahui

Orang dewasa perlu mengetahui mengapa mereka harus mempelajari sesuatu. Oleh karena itu, tugas utama fasilitator adalah membantu peserta belajar menjadi sadar akan perlunya mengetahui nilai dari pembelajaran yang akan dijalaninya guna meningkatkan efektivitas kinerjanya atau kualitas hidupnya.

2.2. Konsep diri peserta belajar (pembelajar)

Secara umum orang dewasa memiliki konsep diri bahwa dirinya mempunyai tanggungjawab atas keputusan yang dibuat sendiri atas kehidupannya.

2.3. Peranan pengalaman peserta belajar

Orang dewasa memasuki kegiatan pembelajaran membawa pengalaman-pengalaman yang berbeda-beda setiap individu. Untuk itu penekanan dalam pembelajaran orang dewasa adalah strategi pembelajaran individu yang mengutamakan tehnik menggali pengalaman para peserta belajar melalui:

Diskusi kasus
Simulasi
Studi banding
dll

2.4. Kesiapan belajar

Penentuan waktu belajar (kapan, berapa lama) hendaknya disesuaikan dengan tahap perkembangan orang dewasa. Hal yang lebih penting adalah perlu ada ransangan terjadinya kesiapan belajar melalui pengenalan terhadap model-model pembelajaran orang dewasa.

2.5. Orientasi belajar

Orientasi belajar orang dewasa adalah terpusat pada masalah kehidupan/tugas yang dihadapi. Orang dewasa akan menjadi termotivasi menggunakan energinya untuk mempelajari sesuatu asalkan mereka merasa bahwa sesuatu yang dipelajari tersebut akan dapat menolong dirinya dalam melaksanakan tugas atau menghadapi dan menyelesaikan masalah yang mereka temui dalam kehidupannya. Mereka akan mempelajari pengetahuan, ketrampilan, sikap, dan nilai-nilai baru dengan cara yang paling efektif, yaitu jika hal-hal yang baru tersebut ditampilkan dalam konteks penerapannya pada situasi kehidupan yang sebenarnya.

2.6. Motivasi

Motivasi orang dewasa untuk belajar, antara lain tanggap terhadap beberapa dorongan eksternal (posisi kerja yang lebih baik, kenaikan pangkat, kenaikan gaji, dan lain-lain).

7. Pendekatan Pembelajaran Orang Dewasa

1. Pendekatan pembelajaran orang dewasa lebih bersifat nonotoriter
2. Pendekatan pembelajaran orang dewasa bersifat persuasive
3. Pendekatan pembelajaran orang dewasa bersifat informal
4. Pendekatan pembelajaran orang dewasa mengedepankan kebutuhan/memberikan rasa aman
5. Pendekatan pembelajaran orang dewasa bersifat fleksibel
6. Pendekatan pembelajaran orang dewasa tidak mengancam dalam proses pembelajarannya 7. Pendekatan pembelajaran orang dewasa lebih bertujuan untuk menentukan pengertian dan pencarian pemikiran guna merumuskan perilaku yang standar
8. Pendekatan pembelajaran orang dewasa adalah pembelajaran yang selaras dengan permasalah kehidupan nyata.
9. Pendekatan pembelajaran orang dewasa adalah analisis pengalaman. Pengalaman pengajar dalam bidang/substansi yang diajarkan menjadi teks book atau pegangan pengajar sehingga metode pembelajarannya adalah lebih pada analisis pengalaman

8. Ruang Lingkup Pembelajaran Orang Dewasa

1. Ruang lingkup pembelajaran orang dewasa adalah mencakup pencarian terbaru tentang makna kehidupan. Oleh karena itu
2. Pembelajaran orang dewasa dimulai dari memberikan perhatian pada masalah-masalah yang terjadi/ditemukan dalam kehidupannya (misalnya lingkungan pekerjaan) atau
3. Pembelajaran orang dewasa akan efektif jika berkaitan dengan kebutuhan/kepentingan peserta belajar, situasi kehidupan/pekerjaan, pengalaman hidup, konsep diri.

9. Tujuan Pembelajaran Orang Dewasa

1. Membantu peserta belajar (orang dewasa) sebagai orang dewasa yang menjalankan peran sosialnya di masyarakat secara bertanggung jawab yang selalu mengembangkan diri melalui belajar sepanjang hayat sehingga diperoleh rasa percaya diri, mempunyai kemampuan mandiri guna berperan aktif dalam proses pembangunan atau.
2. Membangkitkan semangat percaya diri dan optimism
3. Memberikan kemampuan dan ketrampilan untuk berbuat sesuatu
4. Memberikan kemampuan untuk dapat menerima atau menolak sesuatu atas dasar standar peraturan, nilai-nilai, atau etika masyarakat yang dianutnya.


10. Ciri-ciri belajar orang dewasa:

1. Motivasi belajar berasal dari dirinya sendiri
2. Orang dewasa belajar jika bermanfaat bagi dirinya
3. Orang dewasa akan belajar jika pendapatnya dihormati
4. Perlu adanya saling percaya antara pembimbing dan peserta didik
5. Mengharapkan suasana belajar yang menyenangkan dan menantang
6. Orang dewasa belajar ingin mengetahui kelebihan dan kekurangannya
7. Orientasi belajar orang dewasa terpusat pada kehidupan nyata
8. Sumber belajar orang dewasa berada pada dirinya sendiri
9. Mengutamakan peran orang dewasa sebagai peserta didik
10.Belajar adalah proses emosional dan intelektual sekaligus
11.Belajar bagi orang dewasa adalah hasil mengalami sesuatu
12.Belajar orang dewasa mengutamakan komunikasi timbale balik dan pertukaran pendapat
13.Orang dewasa pada umumnya mempunyai pendapat, kecerdasan, dan cara belajar yang berbeda
14.Belajar orang dewasa kadang-kadang merupakan proses yang menyakitkan.

Materi Pendidikan Agama Kristen Untuk Orang Dewasa

Perhatikan Standar Kompetensi

Mahasiswa mampu mendemonstrasi kemampuan mengidentifikasi materi PAK untuk Orang Dewasa

1. Materi PAK untuk Dewasa Muda/Dewasa Dini: 16-18 thn sampai 40 tahun
Tugas-tugas perkembangan dewasa muda, yaitu:
a. Menyelesaikan studi atau pendidikan (hlm.123)
b. Dst
2. Materi PAK untuk Dewasa Setengah Baya/Dewasa Madya: 35 – 60 tahun atau 40 – 65 tahun.
Tugas-tugas perkembangan dewasa setengah baya (hlm. 135-138).
3. Materi PAK untuk Usia Lanjut: 55 atau 60 tahun keatas (hlm. 139-143).
Tugas-tugas perkembangan usia lanjut (hlm. 139-143) tambah bahan Ajarlah mereka melakukan.

Maateri diambil dari Bahan Kuliah: Yonas Muanley dalam Mata Kuliah Pendidikan Orang Dewasa Untuk Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Tinggi Teologi.

Semoga bermanfaat
Share This
Previous Post
Next Post

Pellentesque vitae lectus in mauris sollicitudin ornare sit amet eget ligula. Donec pharetra, arcu eu consectetur semper, est nulla sodales risus, vel efficitur orci justo quis tellus. Phasellus sit amet est pharetra

0 comments: