Sabtu, 29 September 2012

Metodologi Pendidikan Agama Kristen


  1. Pengertian Metodologi PAK
Ø  Arti metodologi secara umum
Ada beragam definisi tentang metodologi penelitian, berikut ini beberapa di antara beragam definisi tersebut:
1.    Metodologi penelitian berasal dari kata Latin, Method yang berarti: jalan, cara yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan dan logi/logos artinya ilmu, pengetahuan.
2.    Metodologi adalah ilmu pengetahuan tentang jalan/cara yang ditempuh untuk memperoleh kebenaran berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan dan dirancang secara sistematis sebelumnya (Telaumbanua, 2005:3)
3.    Metodologi adalah pengetahuan tentang cara-cara atau totalitas cara untuk meneliti dan menemukan kebenaran.
4.    Metodologi adalah ilmu pengetahuan tentang cara-cara penelitian ilmiah.
5.    Penelitian adalah cara ilmiah untuk memecahkan suatu masalah dan untuk menembus batas-batas ketidaktahuan manusia.
6.    Mahasiswa dapat menambahkan lagi sampai gudangnya penuh melimpah dengan definisi metodologi dan metode penelitian ilmiah

Ø  Arti metodologi secara khusus (metodologi PAK)

Apa itu metodologi PAK?

Mari kita simpulkan dalam deskripsi Iris V. Cully tentang metodologi PAK dalam buku Dinamika PAK (hal. 87-88):

Allah tidak hanya mengingini hubungan dengan ciptaan-Nya, Ia pun telah menciptakan cara-cara agar manusia dapat mengenal kehendak-Nya. Diungkapkan melalui ibadah. Ibadah terdiri dari sesuatu yang Allah lakukan dan yang dengannya manusia memberi jawab.
Metodologi PAK adalah media untuk berkomunikasi
Ibadah, nyanyian Mazmur
Nyanyian gereja adalah ungkapan musical dari pemikiran Alkitab. Nyanyian tertua adalah Mazmur. Nyanyian-nyanyian gospel di kalangan pentakosta.
Pengajaran dan pemberitaan adalah bagian dari komunikasi. Disini guru atau pengkhotbah menjadi perantara (medium/medius). Melalui mereka Allah memperkenalkan diri-Nya, dan kata-kata dalam kitab suci dijadikan relevan bagi kebutuhan-kebutuhan orang Kristen di gereja dan di dunia.
Bagaimana Gereja Mengajar:
o   Gereja mengajar melalui hubungan-hubungan yang ada antara orang dewasa dan anak-anak di gereja.
o   Gereja mengajar melalui partisipasi anak-anak dan orang dewasa dalam keseluruhan kehidupan umat Kristen.
o   Gereja mengajar melalui partisipasi keluarga-keluarga dalam persekutuan yang beribadah
Selanjutnya Iris Cully mengetengahkan pandangan teolog Emil Bruner dengan pernyataan demikian: soal apa menentukan bagaimana. Metode adalah media, semata-mata merupakan sarana untuk mencapai tujuan.
Emil Bruner:
Apa yang harus saya katakan kepada seseorang yang terbaring dalam menghadapi kematian adalah suatu masalah yang kudus (isi berita); tetapi tak kurang kudusnya ialah masalah bagaimana saya harus mengatakannya kepadanya dalam cara begitu rupa sehingga ia dapat memahami dan menghargainya. Kata Emil Bruner, soal Apa (Isi) dikawal oleh iman, tetapi soal Bagaimana harus dilindungi oleh kasih. (Cully: 2007, 107)

E.G. Homrighausen dan Enklaar:
Kita mencapai sesuatu dengan memakai metode. Dalam PAK/Teologi metode adalah suatu pelayanan, suatu pekerjaan yang aktif, yang kita lakukan bagi Firman TUHAN. Jika tida ada bakat atau karunia untuk mengajar, metode yang terbaikpun akan kurang berhasil.
Ada metode otoriter, metode ini memakai kuasa (otoritas) dari atas, metode kreatif ialah metode yang hendak menciptakan sesuatu (member kebebasan untuk orang berpikir sendiri. Guru bukan seorang pemberi perintah tetapi pendorong.
Jadi metodologi Pendidikan Agama Kristen adalah cara (Cara mengajar/cara meneliti) yang dilindungi kasih untuk mencapai tujuan yang dikawal iman (supaya orang mengerti dan melakukan Firman TUHAN).
Ø  Arti Pendidikan Agama Kristen
Arti Pendidikan
Definisi ahli pendidikan:
Menurut Prof. Dr. Merayke Tairas.
1.    Pendidikan ( Education)” dari latin “educere” artinya - to lead from (membimbing), to draw out of (menarik keluar), to mature (mendewasakan) to rear, to raise (membesarkan).
2.    Quintilian dalam “Institutes of Oratory”, menggunakan kata kerja “educare” dan “maturing” (mendewasakan),   “rearing” (membesarkan).
Definisi bergantung pada pandangan seseorang terhadap pendidikan itu sendiri.
Van Cleave Morris
          Pendidikan, pada dasarnya adalah proses yang secara sengaja berusaha menjadikan seseorang jadi orang, yang jika diserahkan kepada mereka sendiri, mereka tidak dapat menjadi orang. 
Mark Belth
          Pendidikan, yang secara sengaja dan dalam arti sempit adalah persoalan mendewasakan satu keharmonisan, integrasi, komplex sistimatis ketrampilan, kemampuan menghafal, kemampuan memantulkan dengan menggunakan teori yang sudah ada atau teori yang baru dalam situasi yang baru.
          Kemampuan yang sudah berkembang ini terus bertumbuh sebagaimana mereka telah dibina untuk bertumbuh, dinyatakan dalam kemampuan yang bertumbuh untuk menggali, menjelaskan, menerangkan, menemukan dan dengan data-data utama, pengalaman lingkungan, dengan maksud untuk lebih baik dan mengambil keuntungan daripadanya.
George Kneller
          Pendidikan dapat dipertimbangkan dalam dua arti.
          Secara luas, pendidikan menunjuk pada setiap tindakan atau pengalaman yang memiliki efek formative pada pikiran, sifat, kemampuan fisik dari setiap orang.
          Pendidikan dalam arti ini tidak akan ada akhirnya, kita sesungguhnya belajar dari pengalaman melalui kehidupan kita.
          Dalam arti teknik, pendidikan adalah proses dimana masyarakat melalui sekolah,           akademi universitas, dan institusi lainnya  secara sengaja mentransfer warisan kebudayaan, mensirkulasikan  pengetahuan dan nilai ketrampilan dari generasi satu kepada yang lain.
John Dewey
          Pendidikan dapat didefinisikan sebagai satu proses yang terus-menerus membangun kembali pengalaman dengan tujuan untuk memperluas dan memperdalam isi sosial, sementara dalam waktu sama, individu memperoleh kontrol atas metode-metode yang terlibat
Menurut Suparlan Suhartono,
Pendidikan adalah pembimbingan secara berkelanjutan[1].
Manusia, menurut keberadaan kodratnya, adalah mahluk yang bersifat labil. Manusia sepanjang hidupnya tidak pernah berada dalam kecukupan baik secara lahir maupun batin, baik secara individual maupun social. Sifat labil ini berakar pada kodrat kejiwaan manusia, yaitu cipta, rasa dan karsa.
·         Cipta mempunyai sifat kodrat mencipta (creativity), yaitu cenderung     mencipta hal-hal baru yang bernilai lebih besar.
·         Rasa bersifat kodrat kepekaan (sensitivity), yaitu cenderung memberikan                   penilaian secara menyeluruh berimbang (esthetic) dalam memutuskan                    sesuatu.
·         Karsa mempunyai sifat kodrat nafsu atau keinginan berlebih (desirous).
Berbagai aspek kehidupan manusia sebagaimana yang disinggung di atas memerlukan bimbingan (pendidikan) atau pembimbingan secara berkelanjutan) agar terbina aspek lahir maupun batin, baik secara individual maupun social yang berakar pada kodrat kejiwaan manusia, yaitu cipta, rasa dan karsa. Dengan kata lain potensi cipta, rasa dan karsa pada setiap manusia perlu mendapat pembimbingan secara berkelanjutan. Disinilah manusia membutuhkan pendidikan.
Kebutuhan manusia akan pendidikan disebabkan oleh karena manusia merupakan makhluk yang bergelut secara intens dengan pendidikan. Hal ini menyebabkan manusia dijuluki sebagai animal educandum dan animal educandus. Manusia sebagai makhluk yang dididik dan makhluk yang mendidik. Dengan kata lain, manusia adalah makhluk yang senantiasa terlibat dalam proses pendidikan, baik yang dilakukan terhadap orang lain maupun terhadap dirinya sendiri.[2]


Suparlan Suhartono,
pendidikan diartikan pembimbingan secara berkelanjutan.
Menurut M.Sukardjo dan Ukim Komarudin[3],
Pendidikan adalah seni mengajar atau seni mendidik anak-anak.
Wiji Suwarno
Pendidikan adalah memperbaiki moral dan melatih intelektual.[4]
Pendidikan adalah usaha menuntun peserta didik ke dalam fungsi pembelajaran dalam tiga area atau ranah, yaitu:
1. bidang kognitif, yakni yang berkenaan dengan aktivitas mental, seperti
    ingatan pemahaman, penerapan, analisis, evaluasi, dan mencipta. Atau
    perubahan ranah kognitif berupa bertambah dan makin kuatnya konsep
    pengetahuan.
2. bidang afektif yakni berkenaan dengan sikap dan rahasia diri, atau perubahan afektif berupa
     timbuh dan bertambahnya keinsafan  dan kesadaran akan fungsi dan kebermaknaan
     pengetahuan yang kini dimilikinya.
3. bidang psikomotor yang berkenaan dengan aktivitas fisik seperti keterampilan hidup dan pertukangan. Atau perubahan psikomotor yang menunjukkan makin berkembangnya ketrampilan yang kini dan kelak dapat menyebabkan dirinya mampu mempertahankan diri.

Pendidikan Agama Kristen
Definisi Pendidikan Agama
Nevel Herner
Pendidikan Agama adalah suatu usaha untuk menemukan proses yang sudah ditetapkan secara ilahi dimana individu bertumbuh menjadi sama dengan Kristus dan berusaha dengan proses itu.
Encyclopedia Of Southern Baptists
         Pengajaran agama dan perkembangan metode dan kurikulum bagi penyempurnaan pengajaran
Dictionary Of Education
         Instruksi atau pengajaran dan indoktrinasi dalam kepercayaan dan praktek dari agama tentu
 
M. Price
         Dilihat dari isinya, kita boleh berfikir tentang pendidikan itu sebagai memperoleh kebudayaan agama.
         Dilihat dari proses yang terbuka, kita boleh berfikir instruksi agama sebagai perkembangan harmonis dan kemampuan pembawaan lahir.
         Dari segi kewarganegaraan kekristenan dan kewajibannya, pengajaran agama berusaha menuntun individu kepada hubungan benar dengan Allah dan manusia.
         Dari segi problema dan prosedure, pengajaran agama berusaha mengontrol secara agama terhadap tingkah laku yang sesuai  
Definisi Pendidikan Kristen
Dictionary Of Education
         Pendidikan yang disponsori oleh gereja dan lembaga yang terkait bagi pengembangan  standard kehidupan Kristen; melatih dalam penghargaan dan prinsip praktis yang diberikan oleh Yesus.
Lawrence Little
         Pendidikan Kristen adalah proses dimana gereja berusaha untuk memungkinkan pribadi-pribadi  mengerti, menerima, dan menunjukkan iman Kristen dan cara hidup Kristen.
         Merupakan usaha untuk memungkinkan sesorang menangkap penuh arti yang sesungguhnya dan kemungkinan terpendam daripada sifat dasar manusia sebagaimana yang dinyatakan dalam Yesus Kristus,
         Dalam terang pengetahuan modern, menolong seseorang untuk membangun dan memelihara hubungan dengan Allah dan orang lain yang akan memimpin seseorang  dalam pewujudan potensi tinggi mereka, dan melibatkan, mempertahankan seseorang dalam usaha yang terus menerus untuk membawa lebih dekat pada realisasi daripada kehendak dan rencana Allah bagi diri  sendiri dan bagi umat manusia.


R.W. Byrne
         Orientasi theistic.  Allah yang menjadi pusat, pencipta alam raya, dan menjadikan dirinya dikenal melalui pernyataannya.
         Hal itu akan ikut secara biasa bahwa pendidikan hendaknya menjadi satu penafsiran kembali akan interpretasi Allah. Pendidikan hendaknya dilihatsebagaimanaAllah melihatnya,berarti  berfikir pikiran Allah.
         Pusat pendidikan Kristen berpusat pada  Kristus adalah satu pribadi yang telah menyatakan dirinya sebagai Allah.  “Orang Kristen percaya bahwa pendidikan hendaknya berpusat pada Kristus jika mau pendidikan itu berarti.
         Tanpa sifat di atas maka goal tidak akan dapat dicapai.
         “Pertama, pendidikan Kristen adalah hasil pertumbuhan dari interpretasi Allah.
         Itu adalah proses dimana manusia datang kepada pengetahuan dan interpretasi Allah sebagaimana Ia telah menjadikan pengetahuan itu diketahui dalam ciptaannya dan dalam wahyunya.”
         Kedua, pendidikan adalah hasil pertumbuhan dan pandangan dunia kekristenan.
         Orang Kristen percaya bahwa Allah telah menyatakan dirinya melalui satu proses wahyu, bagi natural maupun yang tertulis, jadi, proses pendidikan, membawa kepada satu penafsiran atas pandangan ini.
         Fungsi pendidikan adalah membawa pelajar kepada pengetahuan tentang kehendak Allah dan melaksanakan kehendaknya.
         Ketiga,
         Kepada orang Kristen, pendidikan adalah fungsi keseimbangan yang baik.
         Kristen percaya bahwa keselamatan hendaknya dihasilkan dalam satu pelayanan
         Keempat, pendidikan bagi orang Kristen adalah disusun dalam istilah yang lengkap. Termasuk baik individu dan masyarakat dengan hubungan keadaannya, pertumbuhan keseluruhan manusia, fisik, mental, moral, rohani, sosial, kebudayaan.
         Pendidikan Kristen adalah alat pengajaran dan latihan dimana membawa seseorang untuk tahu akan Firman Tuhan dan Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan dan kehidupan yang berkenan.
         Lembaga Pendidikan termasuk sekolah Kristen, sekolah minggu, keluarga Kristen, gereja, hari, sekolah dan lain-lain.
C.B. Eavey
Untuk memperoleh pengertian yang benar dari pendidikan Kristen, seorang harus mempunyai konsep yang benar dari pada kekristenan.  Pendidikan Kristen tidak ada hak dalam keberadaannya; bergantung penuh pada Kristiani, dan ada hanya untuk kepentingan kekristenan. Tanpa pendidikan, kekristenan tidak akan dapat terus ada, tapi juga tidak ada pendidikan Kristen dimana tidak ada kekristenan

E.G.Homrighausen dan I.H.Enklaar (hlm. 26)
·         Pendidikan atau pengajaran adalah suatu usaha yang ditujukan kepada pribadi-pribadi tiap-tiap pelajar.
·         Pendidikan Agama Kristen adalah usaha orang dewasa menuntun orang yang belum dewasa menerima, memasuki persekutuan iman yang hidup dengan Tuhan, dan oleh dan dalam Dia mereka terhisab pula pada persekutuan jemaat-jemaat-Nya yang mengakui dan mempermuliakan nama-Nya di segala waktu dan tempat.

Ø  Arti metodologi PAK
Dalam mata kuliah ini, metodologi PAK diartikan dalam dua pengertian, yaitu (1) Metodologi Penelitian dan (2) Metodologi Pengajaran. Bagian pertama berkenaan dengan cara mendapatkan pengetahuan yang benar, sedangkan bagian kedua (metodologi pengajaran) berkenaan dengan cara-cara menyampaikan pengetahuan yang benar. Jadi, di dalam istilah metodologi PAK kita membedakan dua hal:
1.    Metodologi Penelitian Pendidikan Agama Kristen yaitu cara-cara ilmiah yang dipakai untuk mendapatkan kebenaran. Tentu cara yang dilindungi kasih, dan kebenaran yang dikawal iman.
Meneliti untuk dapat pengetahuan yang benar ttg bidang studi yang diajar

Misalnya, penelitian yg berhubungan dengan:

Etika         (metode yg dipakai: studi pustaka, riset lapangan dll)
Pelayanan SM
Penginjilan
Hermeneutika
PPL
PPB
SGU
SGA
Teo. PB
dst.
Untuk mendapatkan kebenaran (pengetahuan yang benar) di dalam setiap mata kuliah tersebut di atas harus dipilih metode-metode penelitian. Apakah metode riset pustaka, riset lapangan dst.

Jadi, Metodologi Penelitian PAK adalah cara ilmiah yang dilindungi kasih untuk mencapai tujuan Ilmiah yang dikawal iman (supaya peneliti dikawal iman dalam mendapat kebenaran dalam proses yaitu teori-teori PAK yang tidak menyesatkan).

Cara Ilmiah:
1.    Survey
2.    Expostfacto
3.    Eksperimen
4.    Naturalistik
5.    Policy Research
6.    Action Research
7.    Evaluasi
8.    Sejarah
9.    R dan D (development and research = penelitian pengembangan)


2.    Metodologi pengajaran

Metodologi Pengajaran Agama Kristen adalah cara-cara menyampaikan kebenaran. Di dalam pendidikan umum maupun pendidikan keagamaan terdapat banyak metode mengajar.

Metodologi Pengajaran PAK adalah cara yang dilindungi kasih untuk menyampaikan isi demi mencapai tujuan (isi) yang dikawal iman (supaya orang mengerti dan melakukan Firman TUHAN).
Definisi Metodologi Pengajaran :

Cara menyampaikan kebenaran supaya dimengerti dan dilakukan oleh
Pendengar (Anak, remaja/pemuda, orangtua)
 Mat. 5:1-12
Kebenaran : Hidup dalam kebijaksanaan:
Yesus memakai metode ceramah
Pendengar: murid-murid dan orang banyak

Mat. 4:13-16
Makna hidup (perbuatan yang baik)
Yesus memakai metode/cara dalam pengalaman hidup setiap hari

Metode: Kamu adalah garam dan terang dunia (=metode yang dilindungi kasih)
Salah satu metode yang dilindung kasih (kamu adalah garam dunia), ketika orang mendengar pasti senang, bangga, bahagia karena cara menyampaikan kebenaran adalah memakai ungkapan yang manusiawi.


METODOLOGI PENELITIAN PAK

Definisi Metodologi Penelitian Pendidikan Agama Kristen: Cara ilmiah
mendapatkan pengetahuan yang benar (Kebenaran)

Ada macam-macam jenis penelitian ilmiah:

1. Kuantitatif
2. Kualitatif

Metode Kuantitatif (metode tradisional) karena metode ini sudah lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode untuk penelitian.
Metode ini disebut metode positivistic karena didasarkan pada filsafat positivisme.
Metode ini sebagai metode ilmiah/scientific karena telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah, yaitu konkrit/empiris, objektif, terukur, rasional, dan sistematis.
Metode ini disebut metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistic. (Sugiyono: 2008:13)

Metode penelitian kualitatif (metode penelitian naturalistic). Disebut demikian karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting), disebut juga sebagai metode etnographi, karena pada awalnya metode ini banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya. Disebut sebagai metode kualitatif karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif. (Ibid: 14)



Variabel PAK
Perhatian utama penelitian pendidikan terletak pada pembahasan dan analisis terhadap hasil-hasil pengukuran. Pembahasan hasil penelitian ini akan menjadi lebih efektif apabila peneliti memiliki kriteria yang tepat terhadap hasil. Kriteria ini berupa batasan operasional tentang hasil. Batasan operasional ini adalah suatu bukti tentang variabel-variabel yang diteliti dan akan diterima oleh peneliti.
Variabel atau faktor penelitian memiliki peranan sangat penting dalam suatu penelitian pendidikan. Variabel adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan dalam penelitian. Ada juga yang menganggap variabel sebagai gejala sesuatu yang bervariasi[5].
Adalah konsep yang bervariasi atau konsep yang memiliki nilai ganda atau suatu factor yang jika diukur akan menghasilkan nilai yang bervariasi.
Variabel juga dapat didefinisikan sebagai atribut seseorang yang atau objek yang mempunyai variasi antara satu orang dengan yang lain atau suatu objek dengan objek yang lain
[6].
MACAM-MACAM VARIABEL[7]
1. Variabel Prediktor atau Antiseden, variable Bebas atau variable Stimulus.
Adalah variable yang menyebabkan timbulnya variable terikat.
2. Variabel Terikat atau Dependent atau variable Output atau Kriteria atau Konsekuen.
Adalah variable yang mempengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variable bebas.
3. Variabel Moderator
Adalah variable yang mempengaruhi (bisa memperkuat atau memperlemah) hubungan antara variable bebas dan variable terikat.
4. Variabel Kontrol
Adalah variable yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga pengaruh variable bebas terhadap variable terikat tidak dipengaruhi oleh factor luar yang tidak diteliti.
5. Variabel Intervening / Antara
Adalah variable yang dipengaruhi leh variable bebas kemudian mempengaruhi variable variable terikat, jadi variable bebas mempengaruhi variable terikat melalui variable antara
6. Variabel Anteseden
Variabel ini mempunyai persamaan dengan variable antar yaitu mempunyai hasil yang lebih mendalam dari penelusuran.
Berdasarkan dari hasil pengukuran terdapat 4 tingkat variable, yaitu :
1. Variabel Nominal :
Yaitu variable yang hanya mampu membedakan cirri atau sifat antara unti yang satu dengan yang lainnya, dalam variable ini tidak mengenal jenjang atau bertingkat. Variabel Nominal dapat di kategorikan :
Var. Nominal Dikotomus, dan
Var. Non Dikotomus (non kategori)
2. Variabel Nominal :
Yaitu variable yang tersusun menurut jenjang dalam atribut tertentu . Pada variable ini menunjukkan urutan atau bertingkat, ada gradasi atau peringkat.
3. Variabel Interval :
Untuk data interval angka yang digunakan adalah nilai yang dapat di dentikkan dengan bilangan riil, oleh karena itu maka angka dalam data interval dapat dioperasikan dengan operasi hitung.
4. Variabel Rasio :
Variabel yang dalam kuantifikasinya mempunyai nilai nol mutlak.
Variabel penelitian dibedakan menjadi:
1. Variabel bebas atau variabel penyebab (independent variables)
Variabel bebas adalah variabel yang menyebabkan atau memengaruhi, yaitu faktor-faktor yang diukur, dimanipulasi atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan hubungan antara fenomena yang diobservasi atau diamati.
2. Variabel terikat atau variabel tergantung (dependent variables).
Variabel terikat adalah faktor-faktor yang diobservasi dan diukur untuk menentukan adanya pengaruh variabel bebas, yaitu faktor yang muncul, atau tidak muncul, atau berubah sesuai dengan yang diperkenalkan oleh peneliti.
Contoh:
Jika seorang peneliti ingin mengkaji hubungan antara dua variabel, misalnya variabel waktu untuk belajar (A) dan prestasi belajarnya (B), maka pertanyaan atau masalah yang diajukan , “Bagaimanakah prestasi belajar yang dicapai apabila waktu yang dipakai untuk belajar lebih banyak atau lebih sedikit?”
Banyak sedikitnya waktu belajar yang dipakai oleh pebelajar diidentifikasikan sebagai variabel bebas, sedangkan prestasi belajar sebagai variabel terikat. Variabel ini (waktu belajar) dimanipulasi atau diubah untuk menyebabkan terjadinya perubahan pada variabel lainnya (prestasi belajar).

3. Variabel Moderator
Variabel moderator adalah faktor-faktor atau aspek-aspek yang diukur, dimanipulasi, atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan apakah variabel tersebut mengubah hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat.
Contoh:
Hipotesis : Kecermatan membaca siswa perempuan lebih baik daripada siswa laki-laki setelah mereka mendapat pembelajaran membaca cepat dan lambat.
Variabel bebas : pembelajaran membaca cepat dan lambat
Variabel moderator : siswa perempuan dan laki-laki
Variabel terikat : kecermatan
4. Variabel Kontrol
Variabel yang dinetralisasi yang diidentifikasi sebagai variabel kontrol atau kendali, atau variabel kontrol adalah variabel yang diusahakan untuk dinetralisasi oleh peneliti. Dalam penelitian di samping strategi pembelajaran dan tingkat kecerdasan, peneliti juga mempertimbangkan tingkat usia, misalnya kelompok umur tertentu, maka umur dalam penelitia ini dianggap sebagai variabel kendali.
5. Variabel intervening
Adalah yang tidak pernah diamati dan hanya disimpulkan berdasarkan pada variabel terikat dan bebas.
Contoh:
Hipotesis: Pada siswa yang memiliki minat yang meningkat terhadap tugas yang diberikan, unjuk kerja terhadap tugas yang diukur meningkat.
Variabel bebas : minat terhadap tugas
Variabel intervening : belajar
Variabel terikat : unjuk kerja tugas


[1] Suparlan Suhartono, Wawasan Pendidikan Sebuah Pengantar Pendidikan (Jogjakarta : Ar-Ruzz Media Group, 2008), hlm. 15
[2] M.Sukardjo dan Ukim Komarudin, Landasan Pendidikan Konsep dan Aplikasinya (Jakarta :Rajawali Pers, 2009), hlm. 1
[3] Ibid., hlm. 9-11
[4] Wiji Suwarno, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan (Jogjakarta : Ar Ruzz Media, 2008), hlm. 19

1 komentar:

  1. shalom,.bapak trimakasih bwt pelajarannya yang sangat mmberkati saya,.saya bisa belajar dengan membaca perpustakaan bapak.
    Jesus Bless u n family...
    Di berkati ntuk menjadi berkat
    haleluyah

    BalasHapus

Sabtu, 29 September 2012

Metodologi Pendidikan Agama Kristen


  1. Pengertian Metodologi PAK
Ø  Arti metodologi secara umum
Ada beragam definisi tentang metodologi penelitian, berikut ini beberapa di antara beragam definisi tersebut:
1.    Metodologi penelitian berasal dari kata Latin, Method yang berarti: jalan, cara yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan dan logi/logos artinya ilmu, pengetahuan.
2.    Metodologi adalah ilmu pengetahuan tentang jalan/cara yang ditempuh untuk memperoleh kebenaran berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan dan dirancang secara sistematis sebelumnya (Telaumbanua, 2005:3)
3.    Metodologi adalah pengetahuan tentang cara-cara atau totalitas cara untuk meneliti dan menemukan kebenaran.
4.    Metodologi adalah ilmu pengetahuan tentang cara-cara penelitian ilmiah.
5.    Penelitian adalah cara ilmiah untuk memecahkan suatu masalah dan untuk menembus batas-batas ketidaktahuan manusia.
6.    Mahasiswa dapat menambahkan lagi sampai gudangnya penuh melimpah dengan definisi metodologi dan metode penelitian ilmiah

Ø  Arti metodologi secara khusus (metodologi PAK)

Apa itu metodologi PAK?

Mari kita simpulkan dalam deskripsi Iris V. Cully tentang metodologi PAK dalam buku Dinamika PAK (hal. 87-88):

Allah tidak hanya mengingini hubungan dengan ciptaan-Nya, Ia pun telah menciptakan cara-cara agar manusia dapat mengenal kehendak-Nya. Diungkapkan melalui ibadah. Ibadah terdiri dari sesuatu yang Allah lakukan dan yang dengannya manusia memberi jawab.
Metodologi PAK adalah media untuk berkomunikasi
Ibadah, nyanyian Mazmur
Nyanyian gereja adalah ungkapan musical dari pemikiran Alkitab. Nyanyian tertua adalah Mazmur. Nyanyian-nyanyian gospel di kalangan pentakosta.
Pengajaran dan pemberitaan adalah bagian dari komunikasi. Disini guru atau pengkhotbah menjadi perantara (medium/medius). Melalui mereka Allah memperkenalkan diri-Nya, dan kata-kata dalam kitab suci dijadikan relevan bagi kebutuhan-kebutuhan orang Kristen di gereja dan di dunia.
Bagaimana Gereja Mengajar:
o   Gereja mengajar melalui hubungan-hubungan yang ada antara orang dewasa dan anak-anak di gereja.
o   Gereja mengajar melalui partisipasi anak-anak dan orang dewasa dalam keseluruhan kehidupan umat Kristen.
o   Gereja mengajar melalui partisipasi keluarga-keluarga dalam persekutuan yang beribadah
Selanjutnya Iris Cully mengetengahkan pandangan teolog Emil Bruner dengan pernyataan demikian: soal apa menentukan bagaimana. Metode adalah media, semata-mata merupakan sarana untuk mencapai tujuan.
Emil Bruner:
Apa yang harus saya katakan kepada seseorang yang terbaring dalam menghadapi kematian adalah suatu masalah yang kudus (isi berita); tetapi tak kurang kudusnya ialah masalah bagaimana saya harus mengatakannya kepadanya dalam cara begitu rupa sehingga ia dapat memahami dan menghargainya. Kata Emil Bruner, soal Apa (Isi) dikawal oleh iman, tetapi soal Bagaimana harus dilindungi oleh kasih. (Cully: 2007, 107)

E.G. Homrighausen dan Enklaar:
Kita mencapai sesuatu dengan memakai metode. Dalam PAK/Teologi metode adalah suatu pelayanan, suatu pekerjaan yang aktif, yang kita lakukan bagi Firman TUHAN. Jika tida ada bakat atau karunia untuk mengajar, metode yang terbaikpun akan kurang berhasil.
Ada metode otoriter, metode ini memakai kuasa (otoritas) dari atas, metode kreatif ialah metode yang hendak menciptakan sesuatu (member kebebasan untuk orang berpikir sendiri. Guru bukan seorang pemberi perintah tetapi pendorong.
Jadi metodologi Pendidikan Agama Kristen adalah cara (Cara mengajar/cara meneliti) yang dilindungi kasih untuk mencapai tujuan yang dikawal iman (supaya orang mengerti dan melakukan Firman TUHAN).
Ø  Arti Pendidikan Agama Kristen
Arti Pendidikan
Definisi ahli pendidikan:
Menurut Prof. Dr. Merayke Tairas.
1.    Pendidikan ( Education)” dari latin “educere” artinya - to lead from (membimbing), to draw out of (menarik keluar), to mature (mendewasakan) to rear, to raise (membesarkan).
2.    Quintilian dalam “Institutes of Oratory”, menggunakan kata kerja “educare” dan “maturing” (mendewasakan),   “rearing” (membesarkan).
Definisi bergantung pada pandangan seseorang terhadap pendidikan itu sendiri.
Van Cleave Morris
          Pendidikan, pada dasarnya adalah proses yang secara sengaja berusaha menjadikan seseorang jadi orang, yang jika diserahkan kepada mereka sendiri, mereka tidak dapat menjadi orang. 
Mark Belth
          Pendidikan, yang secara sengaja dan dalam arti sempit adalah persoalan mendewasakan satu keharmonisan, integrasi, komplex sistimatis ketrampilan, kemampuan menghafal, kemampuan memantulkan dengan menggunakan teori yang sudah ada atau teori yang baru dalam situasi yang baru.
          Kemampuan yang sudah berkembang ini terus bertumbuh sebagaimana mereka telah dibina untuk bertumbuh, dinyatakan dalam kemampuan yang bertumbuh untuk menggali, menjelaskan, menerangkan, menemukan dan dengan data-data utama, pengalaman lingkungan, dengan maksud untuk lebih baik dan mengambil keuntungan daripadanya.
George Kneller
          Pendidikan dapat dipertimbangkan dalam dua arti.
          Secara luas, pendidikan menunjuk pada setiap tindakan atau pengalaman yang memiliki efek formative pada pikiran, sifat, kemampuan fisik dari setiap orang.
          Pendidikan dalam arti ini tidak akan ada akhirnya, kita sesungguhnya belajar dari pengalaman melalui kehidupan kita.
          Dalam arti teknik, pendidikan adalah proses dimana masyarakat melalui sekolah,           akademi universitas, dan institusi lainnya  secara sengaja mentransfer warisan kebudayaan, mensirkulasikan  pengetahuan dan nilai ketrampilan dari generasi satu kepada yang lain.
John Dewey
          Pendidikan dapat didefinisikan sebagai satu proses yang terus-menerus membangun kembali pengalaman dengan tujuan untuk memperluas dan memperdalam isi sosial, sementara dalam waktu sama, individu memperoleh kontrol atas metode-metode yang terlibat
Menurut Suparlan Suhartono,
Pendidikan adalah pembimbingan secara berkelanjutan[1].
Manusia, menurut keberadaan kodratnya, adalah mahluk yang bersifat labil. Manusia sepanjang hidupnya tidak pernah berada dalam kecukupan baik secara lahir maupun batin, baik secara individual maupun social. Sifat labil ini berakar pada kodrat kejiwaan manusia, yaitu cipta, rasa dan karsa.
·         Cipta mempunyai sifat kodrat mencipta (creativity), yaitu cenderung     mencipta hal-hal baru yang bernilai lebih besar.
·         Rasa bersifat kodrat kepekaan (sensitivity), yaitu cenderung memberikan                   penilaian secara menyeluruh berimbang (esthetic) dalam memutuskan                    sesuatu.
·         Karsa mempunyai sifat kodrat nafsu atau keinginan berlebih (desirous).
Berbagai aspek kehidupan manusia sebagaimana yang disinggung di atas memerlukan bimbingan (pendidikan) atau pembimbingan secara berkelanjutan) agar terbina aspek lahir maupun batin, baik secara individual maupun social yang berakar pada kodrat kejiwaan manusia, yaitu cipta, rasa dan karsa. Dengan kata lain potensi cipta, rasa dan karsa pada setiap manusia perlu mendapat pembimbingan secara berkelanjutan. Disinilah manusia membutuhkan pendidikan.
Kebutuhan manusia akan pendidikan disebabkan oleh karena manusia merupakan makhluk yang bergelut secara intens dengan pendidikan. Hal ini menyebabkan manusia dijuluki sebagai animal educandum dan animal educandus. Manusia sebagai makhluk yang dididik dan makhluk yang mendidik. Dengan kata lain, manusia adalah makhluk yang senantiasa terlibat dalam proses pendidikan, baik yang dilakukan terhadap orang lain maupun terhadap dirinya sendiri.[2]


Suparlan Suhartono,
pendidikan diartikan pembimbingan secara berkelanjutan.
Menurut M.Sukardjo dan Ukim Komarudin[3],
Pendidikan adalah seni mengajar atau seni mendidik anak-anak.
Wiji Suwarno
Pendidikan adalah memperbaiki moral dan melatih intelektual.[4]
Pendidikan adalah usaha menuntun peserta didik ke dalam fungsi pembelajaran dalam tiga area atau ranah, yaitu:
1. bidang kognitif, yakni yang berkenaan dengan aktivitas mental, seperti
    ingatan pemahaman, penerapan, analisis, evaluasi, dan mencipta. Atau
    perubahan ranah kognitif berupa bertambah dan makin kuatnya konsep
    pengetahuan.
2. bidang afektif yakni berkenaan dengan sikap dan rahasia diri, atau perubahan afektif berupa
     timbuh dan bertambahnya keinsafan  dan kesadaran akan fungsi dan kebermaknaan
     pengetahuan yang kini dimilikinya.
3. bidang psikomotor yang berkenaan dengan aktivitas fisik seperti keterampilan hidup dan pertukangan. Atau perubahan psikomotor yang menunjukkan makin berkembangnya ketrampilan yang kini dan kelak dapat menyebabkan dirinya mampu mempertahankan diri.

Pendidikan Agama Kristen
Definisi Pendidikan Agama
Nevel Herner
Pendidikan Agama adalah suatu usaha untuk menemukan proses yang sudah ditetapkan secara ilahi dimana individu bertumbuh menjadi sama dengan Kristus dan berusaha dengan proses itu.
Encyclopedia Of Southern Baptists
         Pengajaran agama dan perkembangan metode dan kurikulum bagi penyempurnaan pengajaran
Dictionary Of Education
         Instruksi atau pengajaran dan indoktrinasi dalam kepercayaan dan praktek dari agama tentu
 
M. Price
         Dilihat dari isinya, kita boleh berfikir tentang pendidikan itu sebagai memperoleh kebudayaan agama.
         Dilihat dari proses yang terbuka, kita boleh berfikir instruksi agama sebagai perkembangan harmonis dan kemampuan pembawaan lahir.
         Dari segi kewarganegaraan kekristenan dan kewajibannya, pengajaran agama berusaha menuntun individu kepada hubungan benar dengan Allah dan manusia.
         Dari segi problema dan prosedure, pengajaran agama berusaha mengontrol secara agama terhadap tingkah laku yang sesuai  
Definisi Pendidikan Kristen
Dictionary Of Education
         Pendidikan yang disponsori oleh gereja dan lembaga yang terkait bagi pengembangan  standard kehidupan Kristen; melatih dalam penghargaan dan prinsip praktis yang diberikan oleh Yesus.
Lawrence Little
         Pendidikan Kristen adalah proses dimana gereja berusaha untuk memungkinkan pribadi-pribadi  mengerti, menerima, dan menunjukkan iman Kristen dan cara hidup Kristen.
         Merupakan usaha untuk memungkinkan sesorang menangkap penuh arti yang sesungguhnya dan kemungkinan terpendam daripada sifat dasar manusia sebagaimana yang dinyatakan dalam Yesus Kristus,
         Dalam terang pengetahuan modern, menolong seseorang untuk membangun dan memelihara hubungan dengan Allah dan orang lain yang akan memimpin seseorang  dalam pewujudan potensi tinggi mereka, dan melibatkan, mempertahankan seseorang dalam usaha yang terus menerus untuk membawa lebih dekat pada realisasi daripada kehendak dan rencana Allah bagi diri  sendiri dan bagi umat manusia.


R.W. Byrne
         Orientasi theistic.  Allah yang menjadi pusat, pencipta alam raya, dan menjadikan dirinya dikenal melalui pernyataannya.
         Hal itu akan ikut secara biasa bahwa pendidikan hendaknya menjadi satu penafsiran kembali akan interpretasi Allah. Pendidikan hendaknya dilihatsebagaimanaAllah melihatnya,berarti  berfikir pikiran Allah.
         Pusat pendidikan Kristen berpusat pada  Kristus adalah satu pribadi yang telah menyatakan dirinya sebagai Allah.  “Orang Kristen percaya bahwa pendidikan hendaknya berpusat pada Kristus jika mau pendidikan itu berarti.
         Tanpa sifat di atas maka goal tidak akan dapat dicapai.
         “Pertama, pendidikan Kristen adalah hasil pertumbuhan dari interpretasi Allah.
         Itu adalah proses dimana manusia datang kepada pengetahuan dan interpretasi Allah sebagaimana Ia telah menjadikan pengetahuan itu diketahui dalam ciptaannya dan dalam wahyunya.”
         Kedua, pendidikan adalah hasil pertumbuhan dan pandangan dunia kekristenan.
         Orang Kristen percaya bahwa Allah telah menyatakan dirinya melalui satu proses wahyu, bagi natural maupun yang tertulis, jadi, proses pendidikan, membawa kepada satu penafsiran atas pandangan ini.
         Fungsi pendidikan adalah membawa pelajar kepada pengetahuan tentang kehendak Allah dan melaksanakan kehendaknya.
         Ketiga,
         Kepada orang Kristen, pendidikan adalah fungsi keseimbangan yang baik.
         Kristen percaya bahwa keselamatan hendaknya dihasilkan dalam satu pelayanan
         Keempat, pendidikan bagi orang Kristen adalah disusun dalam istilah yang lengkap. Termasuk baik individu dan masyarakat dengan hubungan keadaannya, pertumbuhan keseluruhan manusia, fisik, mental, moral, rohani, sosial, kebudayaan.
         Pendidikan Kristen adalah alat pengajaran dan latihan dimana membawa seseorang untuk tahu akan Firman Tuhan dan Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan dan kehidupan yang berkenan.
         Lembaga Pendidikan termasuk sekolah Kristen, sekolah minggu, keluarga Kristen, gereja, hari, sekolah dan lain-lain.
C.B. Eavey
Untuk memperoleh pengertian yang benar dari pendidikan Kristen, seorang harus mempunyai konsep yang benar dari pada kekristenan.  Pendidikan Kristen tidak ada hak dalam keberadaannya; bergantung penuh pada Kristiani, dan ada hanya untuk kepentingan kekristenan. Tanpa pendidikan, kekristenan tidak akan dapat terus ada, tapi juga tidak ada pendidikan Kristen dimana tidak ada kekristenan

E.G.Homrighausen dan I.H.Enklaar (hlm. 26)
·         Pendidikan atau pengajaran adalah suatu usaha yang ditujukan kepada pribadi-pribadi tiap-tiap pelajar.
·         Pendidikan Agama Kristen adalah usaha orang dewasa menuntun orang yang belum dewasa menerima, memasuki persekutuan iman yang hidup dengan Tuhan, dan oleh dan dalam Dia mereka terhisab pula pada persekutuan jemaat-jemaat-Nya yang mengakui dan mempermuliakan nama-Nya di segala waktu dan tempat.

Ø  Arti metodologi PAK
Dalam mata kuliah ini, metodologi PAK diartikan dalam dua pengertian, yaitu (1) Metodologi Penelitian dan (2) Metodologi Pengajaran. Bagian pertama berkenaan dengan cara mendapatkan pengetahuan yang benar, sedangkan bagian kedua (metodologi pengajaran) berkenaan dengan cara-cara menyampaikan pengetahuan yang benar. Jadi, di dalam istilah metodologi PAK kita membedakan dua hal:
1.    Metodologi Penelitian Pendidikan Agama Kristen yaitu cara-cara ilmiah yang dipakai untuk mendapatkan kebenaran. Tentu cara yang dilindungi kasih, dan kebenaran yang dikawal iman.
Meneliti untuk dapat pengetahuan yang benar ttg bidang studi yang diajar

Misalnya, penelitian yg berhubungan dengan:

Etika         (metode yg dipakai: studi pustaka, riset lapangan dll)
Pelayanan SM
Penginjilan
Hermeneutika
PPL
PPB
SGU
SGA
Teo. PB
dst.
Untuk mendapatkan kebenaran (pengetahuan yang benar) di dalam setiap mata kuliah tersebut di atas harus dipilih metode-metode penelitian. Apakah metode riset pustaka, riset lapangan dst.

Jadi, Metodologi Penelitian PAK adalah cara ilmiah yang dilindungi kasih untuk mencapai tujuan Ilmiah yang dikawal iman (supaya peneliti dikawal iman dalam mendapat kebenaran dalam proses yaitu teori-teori PAK yang tidak menyesatkan).

Cara Ilmiah:
1.    Survey
2.    Expostfacto
3.    Eksperimen
4.    Naturalistik
5.    Policy Research
6.    Action Research
7.    Evaluasi
8.    Sejarah
9.    R dan D (development and research = penelitian pengembangan)


2.    Metodologi pengajaran

Metodologi Pengajaran Agama Kristen adalah cara-cara menyampaikan kebenaran. Di dalam pendidikan umum maupun pendidikan keagamaan terdapat banyak metode mengajar.

Metodologi Pengajaran PAK adalah cara yang dilindungi kasih untuk menyampaikan isi demi mencapai tujuan (isi) yang dikawal iman (supaya orang mengerti dan melakukan Firman TUHAN).
Definisi Metodologi Pengajaran :

Cara menyampaikan kebenaran supaya dimengerti dan dilakukan oleh
Pendengar (Anak, remaja/pemuda, orangtua)
 Mat. 5:1-12
Kebenaran : Hidup dalam kebijaksanaan:
Yesus memakai metode ceramah
Pendengar: murid-murid dan orang banyak

Mat. 4:13-16
Makna hidup (perbuatan yang baik)
Yesus memakai metode/cara dalam pengalaman hidup setiap hari

Metode: Kamu adalah garam dan terang dunia (=metode yang dilindungi kasih)
Salah satu metode yang dilindung kasih (kamu adalah garam dunia), ketika orang mendengar pasti senang, bangga, bahagia karena cara menyampaikan kebenaran adalah memakai ungkapan yang manusiawi.


METODOLOGI PENELITIAN PAK

Definisi Metodologi Penelitian Pendidikan Agama Kristen: Cara ilmiah
mendapatkan pengetahuan yang benar (Kebenaran)

Ada macam-macam jenis penelitian ilmiah:

1. Kuantitatif
2. Kualitatif

Metode Kuantitatif (metode tradisional) karena metode ini sudah lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode untuk penelitian.
Metode ini disebut metode positivistic karena didasarkan pada filsafat positivisme.
Metode ini sebagai metode ilmiah/scientific karena telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah, yaitu konkrit/empiris, objektif, terukur, rasional, dan sistematis.
Metode ini disebut metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistic. (Sugiyono: 2008:13)

Metode penelitian kualitatif (metode penelitian naturalistic). Disebut demikian karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting), disebut juga sebagai metode etnographi, karena pada awalnya metode ini banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya. Disebut sebagai metode kualitatif karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif. (Ibid: 14)



Variabel PAK
Perhatian utama penelitian pendidikan terletak pada pembahasan dan analisis terhadap hasil-hasil pengukuran. Pembahasan hasil penelitian ini akan menjadi lebih efektif apabila peneliti memiliki kriteria yang tepat terhadap hasil. Kriteria ini berupa batasan operasional tentang hasil. Batasan operasional ini adalah suatu bukti tentang variabel-variabel yang diteliti dan akan diterima oleh peneliti.
Variabel atau faktor penelitian memiliki peranan sangat penting dalam suatu penelitian pendidikan. Variabel adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan dalam penelitian. Ada juga yang menganggap variabel sebagai gejala sesuatu yang bervariasi[5].
Adalah konsep yang bervariasi atau konsep yang memiliki nilai ganda atau suatu factor yang jika diukur akan menghasilkan nilai yang bervariasi.
Variabel juga dapat didefinisikan sebagai atribut seseorang yang atau objek yang mempunyai variasi antara satu orang dengan yang lain atau suatu objek dengan objek yang lain
[6].
MACAM-MACAM VARIABEL[7]
1. Variabel Prediktor atau Antiseden, variable Bebas atau variable Stimulus.
Adalah variable yang menyebabkan timbulnya variable terikat.
2. Variabel Terikat atau Dependent atau variable Output atau Kriteria atau Konsekuen.
Adalah variable yang mempengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variable bebas.
3. Variabel Moderator
Adalah variable yang mempengaruhi (bisa memperkuat atau memperlemah) hubungan antara variable bebas dan variable terikat.
4. Variabel Kontrol
Adalah variable yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga pengaruh variable bebas terhadap variable terikat tidak dipengaruhi oleh factor luar yang tidak diteliti.
5. Variabel Intervening / Antara
Adalah variable yang dipengaruhi leh variable bebas kemudian mempengaruhi variable variable terikat, jadi variable bebas mempengaruhi variable terikat melalui variable antara
6. Variabel Anteseden
Variabel ini mempunyai persamaan dengan variable antar yaitu mempunyai hasil yang lebih mendalam dari penelusuran.
Berdasarkan dari hasil pengukuran terdapat 4 tingkat variable, yaitu :
1. Variabel Nominal :
Yaitu variable yang hanya mampu membedakan cirri atau sifat antara unti yang satu dengan yang lainnya, dalam variable ini tidak mengenal jenjang atau bertingkat. Variabel Nominal dapat di kategorikan :
Var. Nominal Dikotomus, dan
Var. Non Dikotomus (non kategori)
2. Variabel Nominal :
Yaitu variable yang tersusun menurut jenjang dalam atribut tertentu . Pada variable ini menunjukkan urutan atau bertingkat, ada gradasi atau peringkat.
3. Variabel Interval :
Untuk data interval angka yang digunakan adalah nilai yang dapat di dentikkan dengan bilangan riil, oleh karena itu maka angka dalam data interval dapat dioperasikan dengan operasi hitung.
4. Variabel Rasio :
Variabel yang dalam kuantifikasinya mempunyai nilai nol mutlak.
Variabel penelitian dibedakan menjadi:
1. Variabel bebas atau variabel penyebab (independent variables)
Variabel bebas adalah variabel yang menyebabkan atau memengaruhi, yaitu faktor-faktor yang diukur, dimanipulasi atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan hubungan antara fenomena yang diobservasi atau diamati.
2. Variabel terikat atau variabel tergantung (dependent variables).
Variabel terikat adalah faktor-faktor yang diobservasi dan diukur untuk menentukan adanya pengaruh variabel bebas, yaitu faktor yang muncul, atau tidak muncul, atau berubah sesuai dengan yang diperkenalkan oleh peneliti.
Contoh:
Jika seorang peneliti ingin mengkaji hubungan antara dua variabel, misalnya variabel waktu untuk belajar (A) dan prestasi belajarnya (B), maka pertanyaan atau masalah yang diajukan , “Bagaimanakah prestasi belajar yang dicapai apabila waktu yang dipakai untuk belajar lebih banyak atau lebih sedikit?”
Banyak sedikitnya waktu belajar yang dipakai oleh pebelajar diidentifikasikan sebagai variabel bebas, sedangkan prestasi belajar sebagai variabel terikat. Variabel ini (waktu belajar) dimanipulasi atau diubah untuk menyebabkan terjadinya perubahan pada variabel lainnya (prestasi belajar).

3. Variabel Moderator
Variabel moderator adalah faktor-faktor atau aspek-aspek yang diukur, dimanipulasi, atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan apakah variabel tersebut mengubah hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat.
Contoh:
Hipotesis : Kecermatan membaca siswa perempuan lebih baik daripada siswa laki-laki setelah mereka mendapat pembelajaran membaca cepat dan lambat.
Variabel bebas : pembelajaran membaca cepat dan lambat
Variabel moderator : siswa perempuan dan laki-laki
Variabel terikat : kecermatan
4. Variabel Kontrol
Variabel yang dinetralisasi yang diidentifikasi sebagai variabel kontrol atau kendali, atau variabel kontrol adalah variabel yang diusahakan untuk dinetralisasi oleh peneliti. Dalam penelitian di samping strategi pembelajaran dan tingkat kecerdasan, peneliti juga mempertimbangkan tingkat usia, misalnya kelompok umur tertentu, maka umur dalam penelitia ini dianggap sebagai variabel kendali.
5. Variabel intervening
Adalah yang tidak pernah diamati dan hanya disimpulkan berdasarkan pada variabel terikat dan bebas.
Contoh:
Hipotesis: Pada siswa yang memiliki minat yang meningkat terhadap tugas yang diberikan, unjuk kerja terhadap tugas yang diukur meningkat.
Variabel bebas : minat terhadap tugas
Variabel intervening : belajar
Variabel terikat : unjuk kerja tugas


[1] Suparlan Suhartono, Wawasan Pendidikan Sebuah Pengantar Pendidikan (Jogjakarta : Ar-Ruzz Media Group, 2008), hlm. 15
[2] M.Sukardjo dan Ukim Komarudin, Landasan Pendidikan Konsep dan Aplikasinya (Jakarta :Rajawali Pers, 2009), hlm. 1
[3] Ibid., hlm. 9-11
[4] Wiji Suwarno, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan (Jogjakarta : Ar Ruzz Media, 2008), hlm. 19

1 komentar:

  1. shalom,.bapak trimakasih bwt pelajarannya yang sangat mmberkati saya,.saya bisa belajar dengan membaca perpustakaan bapak.
    Jesus Bless u n family...
    Di berkati ntuk menjadi berkat
    haleluyah

    BalasHapus